Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

1784696982808

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

1791899701721

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

ilustrasi-stop-pungli

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

1784696982808

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).

1791899701721


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

ilustrasi-stop-pungli

HUT ke-62 Golkar, Beringin Sport Festival Jadi Panggung Anak Muda Bondowoso Unjuk Potensi

1784696982808

BONDOWOSO – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar, DPD Partai Golkar Kabupaten Bondowoso menggelar Beringin Sport Festival Mobile Legends.

Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, memperluas jejaring, sekaligus menunjukkan potensi di dunia olahraga elektronik (e-sports).

Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, menilai permainan Mobile Legends bukan sekadar hiburan. Jika dimainkan secara positif dan bertanggung jawab, gim tersebut dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir strategis, mengambil keputusan secara cepat, membangun komunikasi, serta memperkuat kerja sama tim.

Menurutnya, permainan yang mengandalkan koordinasi pemain dalam itu menuntut setiap peserta memahami perannya, menyusun strategi, dan menyesuaikan taktik dengan situasi pertandingan.

Selain melatih refleks serta koordinasi mata dan tangan, kompetisi ini juga dapat mengajarkan kesabaran dan pengendalian emosi ketika menghadapi tekanan maupun kekalahan.

Di sisi lain, perkembangan ekosistem e-sports membuka peluang bagi anak muda untuk menekuni bidang yang lebih luas, mulai dari menjadi atlet profesional hingga kreator konten dan pelaku industri digital.

Melalui Beringin Sport Festival, Golkar Bondowoso berupaya menghadirkan kegiatan yang dekat dengan minat generasi muda. Turnamen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para pemain untuk berkompetisi, membangun relasi, dan memperoleh pengalaman bertanding.

Juara Apresiasi Ruang Kompetisi yang Terbuka

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan positif para pemain yang mengikuti turnamen tersebut. Firai Firrobbani, peserta asal Tamanan yang meraih juara pertama, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kompetisi yang diselenggarakan Golkar Bondowoso.

Menurut Firai, turnamen tersebut bukan hanya memberikan kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga mempertemukannya dengan pemain lain yang memiliki kemampuan dan potensi untuk berkembang.

“Alhamdulillah, saya senang bisa ikut turnamen ini dan mendapat juara pertama. Banyak pengalaman yang saya dapatkan, termasuk bertemu pemain-pemain lain yang lebih muda dan berbakat,” ujarnya,Rabu 28/10/2026.

Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan panitia. Selain pendaftaran gratis, peserta mendapatkan makanan ringan dan minuman sehingga dapat dengan nyaman selama kegiatan berlangsung.

Bagi Firai, dukungan semacam itu membuat kompetisi terasa lebih menyenangkan sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan anak muda dapat diselenggarakan secara terbuka dan ramah bagi peserta.

Ia berharap Golkar Bondowoso terus berkembang dan semakin dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.

“Harapan saya, Golkar Bondowoso semakin maju, semakin keren, dan semakin dekat dengan anak muda. Semoga turnamen seperti ini sering diadakan karena bisa menjadi salah satu cara merangkul generasi muda,” katanya.

Panitia Dinilai Berhasil Menciptakan Suasana Nyaman

Apresiasi serupa disampaikan peserta lainnya. Mereka menilai penyelenggaraan Beringin Sport Festival berlangsung nyaman dengan arahan panitia yang jelas dan pelaksanaan yang cukup tertata.

1791899701721

Ketersediaan makanan ringan, kopi, dan beragam minuman juga menjadi nilai tambah bagi peserta selama jeda pertandingan.

Kondisi tersebut membuat pemain dapat berkonsentrasi mengikuti kompetisi tanpa harus direpotkan dengan kebutuhan selama beristirahat.

Peserta berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan cakupan yang lebih luas dan penyelenggaraan yang semakin meriah.

Sementara itu, Roby menilai Beringin Sport Festival merupakan wadah positif untuk mendorong anak muda Bondowoso terus berkarya dan mengembangkan potensi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Golkar Bondowoso, khususnya Ketua Ady Kriesna dan Leo, atas perhatian terhadap kegiatan yang melibatkan generasi muda.

“Beringin Sport Festival ini keren banget! Wadah yang luar biasa positif dan benar-benar merangkul anak muda Bondowoso untuk terus berkarya,” ungkap Roby.

Ia juga menyampaikan harapan agar Golkar Bondowoso semakin maju dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Selamat HUT ke-62 Golkar. Semoga Golkar Bondowoso semakin berkah, jaya, dan terus loyal hadir untuk masyarakat Bondowoso,” tambahnya.

Momentum Memperkuat Kedekatan dengan Generasi Muda

Bima, peserta yang juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, mengaku gembira dapat mengikuti Beringin Sport Festival.

Baginya, kompetisi ini memberikan pengalaman baru, memperluas pertemanan, sekaligus menghadirkan suasana pertandingan yang menyenangkan.

Ia berharap Golkar Bondowoso semakin dekat dengan anak muda dan rutin mengadakan kegiatan serupa agar semakin banyak generasi muda yang terlibat.

Antusiasme para peserta menjadi gambaran bahwa kegiatan berbasis minat dan komunitas dapat menjadi salah satu cara membangun ruang interaksi yang positif bagi generasi muda.

Di tengah berkembangnya industri gim dan e-sports, dukungan terhadap kompetisi yang terorganisasi juga penting untuk mendorong pemain mengembangkan kemampuan secara terarah, menjunjung sportivitas, serta menyeimbangkan aktivitas bermain dengan pendidikan dan tanggung jawab sehari-hari.

Beringin Sport Festival pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peringatan HUT semata, tetapi dapat menjadi awal dari ruang pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan bagi talenta e-sports di Bondowoso.

Dengan melibatkan anak muda melalui kegiatan yang relevan dengan perkembangan zaman, Golkar Bondowoso memiliki peluang memperkuat kedekatan dengan generasi penerus sekaligus membuka ruang bagi lahirnya potensi-potensi baru di daerah.

ilustrasi-stop-pungli

Baznas Bondowoso Bantu Korban Puting Beliung,Kebakaran hingga Pasien Tumor Otak

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan sebesar Rp4,5 juta kepada tiga warga yang membutuhkan, Rabu (28/10/2026).

Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp1,5 juta untuk membantu meringankan beban akibat sakit dan musibah yang menimpa tempat tinggal mereka.

Tiga penerima bantuan tersebut yakni Dwi Amelia Azahra, warga Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, yang tengah berjuang melawan tumor otak. Bantuan serupa juga diberikan kepada warga Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, yang rumahnya terdampak angin puting beliung, serta Surip, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, yang rumahnya mengalami kebakaran.

Ketua Baznas Bondowoso, KH Ahmadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang mengalami musibah, baik akibat bencana maupun persoalan kesehatan.

Menurutnya, warga Bondowoso yang mengalami musibah, seperti rumah rusak akibat angin puting beliung, kebakaran, maupun sakit, dapat mengajukan permohonan bantuan melalui mekanisme administrasi yang telah ditetapkan.

“Setiap warga Bondowoso yang mengalami musibah dapat mengajukan bantuan kepada Baznas. Asalkan memenuhi persyaratan administrasi, seperti melampirkan KTP, KK, dan surat keterangan tidak mampu (SKTM), bantuan akan segera diproses,” kata KH Ahmadi.

1791899701721

Ia menjelaskan, permohonan bantuan diajukan melalui pemerintah kecamatan atau desa dengan menyertakan dokumen persyaratan, termasuk fotokopi KTP, kartu keluarga (KK), dan SKTM.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui perwakilan pemerintah setempat. Untuk korban angin puting beliung di Desa Sukosari Lor, bantuan diambil oleh Ari, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Sukosari, untuk selanjutnya diserahkan kepada warga yang terdampak.

Sementara itu, bantuan bagi Dwi Amelia Azahra diambil oleh perwakilan Kecamatan Grujugan melalui Kepala Seksi PMD, Apidian, bersama pegawai kecamatan dan sekretaris desa setempat. Pihak kecamatan menyatakan bantuan tersebut telah diserahkan kepada warga yang tengah menjalani perjuangan melawan tumor otak.

Adapun bantuan untuk Surip, korban kebakaran di Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, diserahkan melalui Kepala Desa Penanggungan, Yuni Bagus Mantre.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban korban,” ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, Baznas Bondowoso berharap dukungan kepada masyarakat yang tertimpa musibah dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial terhadap warga yang membutuhkan.
(*)

ilustrasi-stop-pungli

Sumpah Pemuda Masihkah Terjaga ?

1784696982808

Oleh: Fricas Abdillah

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Sumpah Pemuda. Upacara digelar, spanduk dipasang, pidato kebangsaan disampaikan, dan pesan persatuan kembali dikumandangkan. Namun, setelah seremoni berakhir, sebuah pertanyaan penting patut diajukan: sejauh mana semangat Sumpah Pemuda benar-benar hadir dalam kehidupan kita hari ini?

Pertanyaan ini bukan untuk meremehkan peringatan sejarah. Sebaliknya, ini merupakan upaya mengembalikan Sumpah Pemuda pada makna substantifnya. Sebab, sebuah peristiwa sejarah tidak cukup dihormati dengan upacara. Ia harus dihidupkan melalui sikap, keputusan, dan tindakan nyata.

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan. Mereka melampaui sekat kedaerahan, perbedaan identitas, dan kepentingan kelompok demi cita-cita yang lebih besar: Indonesia yang merdeka.

Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi kebangsaan. Ia adalah keberanian untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.

Di sinilah persoalan kita hari ini bermula. Kita masih menghafal ikrarnya, tetapi belum tentu menjalankan semangatnya.

Persatuan yang Berhenti sebagai Slogan

Persatuan merupakan kata yang paling mudah diucapkan dalam pidato, tetapi bisa menjadi nilai yang paling sulit diwujudkan dalam praktik kehidupan berbangsa.

Perbedaan pandangan politik kerap berkembang menjadi permusuhan. Identitas kelompok terkadang dijadikan alat untuk membangun dukungan sekaligus menyingkirkan pihak lain. Ruang publik pun tidak jarang dipenuhi pertentangan yang lebih mengutamakan pembelaan terhadap kelompok daripada perdebatan mengenai gagasan dan kepentingan masyarakat.

Padahal, persatuan tidak berarti semua orang harus memiliki pendapat yang sama. Persatuan justru menuntut kedewasaan untuk menerima perbedaan tanpa kehilangan komitmen terhadap kepentingan bersama.

Kritik bukan ancaman bagi persatuan. Perbedaan pendapat bukan penghalang bagi kebangsaan. Sebaliknya, kritik yang bertanggung jawab dan dialog yang terbuka merupakan bagian penting dari kehidupan demokratis.

Persatuan menjadi kehilangan makna ketika hanya dijadikan slogan untuk meredam kritik, sementara ketidakadilan dibiarkan berlangsung.

Jika kita sungguh-sungguh ingin mewarisi semangat 1928, kita harus berani mengakui bahwa persatuan tidak cukup dibangun melalui simbol. Persatuan harus ditopang oleh keadilan, kepercayaan, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesediaan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Pemuda Subjek Perubahan atau Sekadar Pelengkap Seremoni?

Persoalan berikutnya adalah bagaimana kita menempatkan pemuda dalam kehidupan sosial, politik, dan pemerintahan.

Pemuda sering disebut sebagai generasi penerus bangsa, agen perubahan, dan pemilik masa depan. Sebutan itu terdengar membanggakan. Namun, penghargaan terhadap pemuda seharusnya tidak berhenti pada pujian dalam pidato peringatan.

Apakah pemuda benar-benar diberi ruang untuk menyampaikan gagasan? Apakah kritik mereka didengar? Apakah mereka dilibatkan dalam perumusan kebijakan? Ataukah mereka baru dianggap penting ketika dibutuhkan untuk memeriahkan acara, menggerakkan massa, dan memperkuat kepentingan politik tertentu?

Pertanyaan tersebut layak menjadi bahan evaluasi bersama.

Pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek program, apalagi sekadar pelengkap agenda seremonial. Mereka harus diperlakukan sebagai subjek yang memiliki kapasitas berpikir, keberanian moral, dan kemampuan berkontribusi terhadap pembangunan.

Namun, tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak pemerintah atau lembaga kepemudaan. Generasi muda sendiri harus berani keluar dari zona nyaman, meningkatkan kapasitas intelektual, memperkuat integritas, dan membangun kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pemuda yang hanya bangga dengan sejarah tanpa berani menghadapi persoalan zamannya berisiko menjadikan sejarah sebagai romantisme belaka.

Semangat Sumpah Pemuda menuntut lebih dari sekadar kebanggaan. Ia menuntut tindakan.

Ketika Idealisme Berhadapan dengan Kepentingan Politik

Dalam kehidupan demokrasi, pemuda memiliki posisi strategis. Mereka dapat menjadi kekuatan moral yang mengawasi kekuasaan, menawarkan gagasan alternatif, dan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Namun, potensi tersebut dapat melemah ketika energi kepemudaan lebih banyak terserap ke dalam pertarungan kepentingan jangka pendek.

Politik pada dasarnya bukan sesuatu yang harus dijauhi oleh pemuda. Politik justru menjadi salah satu ruang penting untuk memperjuangkan perubahan. Persoalannya adalah apakah keterlibatan politik dibangun berdasarkan gagasan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat, atau sekadar mengikuti kepentingan tokoh dan kelompok.

Ketika pemuda kehilangan independensi berpikir, organisasi berisiko berubah menjadi kendaraan kepentingan. Ketika kritik dibungkam demi menjaga kedekatan dengan kekuasaan, idealisme kehilangan daya hidupnya.

1791899701721

Karena itu, pemuda perlu memahami bahwa keberanian politik tidak selalu berarti berada di pihak yang berkuasa. Terkadang, keberanian justru terlihat ketika seseorang bersedia menyampaikan kritik yang beralasan, meskipun kritik itu tidak populer di lingkungannya sendiri.

Semangat Sumpah Pemuda seharusnya melahirkan generasi yang mampu berdiri di atas kepentingan bersama, bukan generasi yang mudah terpecah oleh perebutan pengaruh.

Menghidupkan Sumpah Pemuda di Bondowoso

Dalam konteks Bondowoso, peringatan Hari Sumpah Pemuda semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana generasi muda mendapatkan kesempatan yang nyata dalam pembangunan daerah.

Pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan atau kegiatan yang diselenggarakan. Kita juga perlu melihat apakah pembangunan tersebut membuka kesempatan yang adil bagi pemuda untuk belajar, bekerja, berinovasi, mengembangkan usaha, dan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat sipil perlu membangun hubungan yang lebih substantif dengan generasi muda.

Pemuda harus memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan mengenai persoalan pendidikan, kesempatan kerja, pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, hingga pengawasan kebijakan publik.

Mereka juga perlu mendapatkan akses yang luas terhadap peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, pengembangan kreativitas, serta ruang partisipasi yang tidak diskriminatif.

Penting pula untuk memastikan bahwa kesempatan tersebut tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki kedekatan dengan pusat kekuasaan atau jaringan tertentu. Potensi pemuda tersebar di berbagai desa, komunitas, latar belakang pendidikan, dan kondisi sosial.

Jika pembangunan kepemudaan hanya berputar di lingkungan yang sama, kita berisiko kehilangan banyak potensi yang sebenarnya dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan Bondowoso.

Semangat Sumpah Pemuda harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang membuka kesempatan, bukan sekadar pernyataan yang membangkitkan kebanggaan sesaat.

Mengukur Peringatan dari Perubahan Nyata

Ukuran keberhasilan peringatan Sumpah Pemuda bukanlah kemeriahan panggung, panjangnya pidato, atau banyaknya unggahan di media sosial.

Ukuran yang lebih penting adalah perubahan yang dihasilkan setelah peringatan itu berlalu.

Apakah pemuda semakin kritis dan bertanggung jawab? Apakah organisasi kepemudaan semakin mandiri? Apakah pemerintah semakin terbuka terhadap partisipasi generasi muda? Apakah ruang demokrasi semakin sehat? Apakah kesempatan untuk berkembang semakin adil?

Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab melalui evaluasi yang terbuka, bukan sekadar klaim keberhasilan.

Kita membutuhkan keberanian untuk mengubah peringatan menjadi agenda kerja yang berkelanjutan. Sekolah dan perguruan tinggi perlu memperkuat pendidikan karakter serta nalar kritis. Organisasi kepemudaan perlu membangun tradisi intelektual dan independensi. Pemerintah perlu menyediakan ruang partisipasi yang bermakna. Sementara itu, pemuda harus membuktikan bahwa kebebasan dan kesempatan yang mereka miliki dapat digunakan untuk menghasilkan perubahan positif.

Sumpah Pemuda harus menjadi energi yang bekerja sepanjang tahun, bukan semangat yang muncul sehari lalu menghilang selama sebelas bulan berikutnya.

Jangan Sampai Kita Kehilangan Maknanya

Sumpah Pemuda merupakan bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai ketika generasi muda memiliki keberanian untuk melampaui perbedaan dan membangun cita-cita bersama.

Tantangan zaman memang telah berubah. Generasi 1928 menghadapi kolonialisme, sedangkan generasi hari ini menghadapi persoalan yang jauh lebih kompleks, mulai dari ketimpangan kesempatan, tantangan ekonomi, kualitas demokrasi, hingga derasnya arus informasi yang menuntut kecerdasan dan tanggung jawab.

Namun, satu hal tetap sama: bangsa ini membutuhkan generasi muda yang berani berpikir, menjaga integritas, dan memperjuangkan kepentingan bersama.

Karena itu, memperingati Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk bercermin. Kita perlu menguji apakah persatuan yang kita ucapkan telah hadir dalam tindakan, apakah penghormatan kepada pemuda telah diwujudkan dalam kebijakan, dan apakah idealisme masih memiliki tempat di tengah kuatnya kepentingan politik.

Jangan sampai kita begitu fasih mengucapkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, tetapi masih membiarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan. Jangan sampai pemuda terus disebut sebagai harapan bangsa, tetapi kesempatan untuk menentukan masa depannya justru dibatasi.

Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah kita masih mengingat Sumpah Pemuda. Persoalannya adalah apakah kita masih bersedia menjalankan nilai-nilai yang melahirkannya.

Kita boleh memperingati Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober. Namun, kita tidak boleh membiarkan semangatnya hidup hanya dalam upacara, sementara dalam kehidupan nyata persatuan dikalahkan oleh kepentingan, idealisme ditukar dengan pragmatisme, dan pemuda kehilangan ruang untuk menentukan arah perubahan.

Sebab, Sumpah Pemuda tidak membutuhkan lebih banyak seremoni untuk tetap dikenang. Ia membutuhkan keberanian untuk diwujudkan.

ilustrasi-stop-pungli

Anggaran Terbatas, Pemkab Bondowoso Prioritaskan Kebutuhan Mendesak dalam RKPD 2027

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 dengan menitikberatkan pada penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, penentuan program prioritas menjadi tantangan agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Arah kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati Bondowoso Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang mengusung tema “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan”.

Pembahasan kebijakan pembangunan itu berlangsung di Sabha Bina Praja I, Selasa (27/10/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., staf ahli bupati, para asisten Sekretariat Daerah, kepala perangkat daerah, kepala bagian Setda, serta camat se-Kabupaten Bondowoso.

Dalam pembahasan tersebut, Fathur Rozi menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak cukup hanya menyusun daftar program. Pemerintah daerah harus mampu memilah kebutuhan berdasarkan tingkat urgensi, manfaat bagi masyarakat, dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Keterbatasan fiskal, menurutnya, menuntut setiap perangkat daerah lebih cermat dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan. Program yang diprioritaskan harus memberikan dampak nyata, terutama dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Lapangan Kerja dan Infrastruktur Masih Jadi Perhatian

Sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat antara lain keterbatasan lapangan kerja, pendapatan, serta kondisi infrastruktur, khususnya jalan, yang membutuhkan penanganan secara bertahap.

Persoalan tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah belanja daerah. Pemerintah perlu menyesuaikan rencana kegiatan dengan kemampuan keuangan agar pelaksanaan pembangunan tetap realistis dan tidak mengesampingkan kebutuhan yang lebih mendesak.

Penentuan skala prioritas juga diperlukan agar program antarperangkat daerah berjalan selaras dan tidak sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran. Setiap alokasi belanja diharapkan memiliki tujuan yang jelas serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Fathur Rozi turut mengingatkan pentingnya memahami komposisi belanja daerah, termasuk pemenuhan kewajiban pemerintah sebelum mengalokasikan anggaran untuk program lainnya.

1791899701721

Dengan perencanaan yang terukur, pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kewajiban belanja, kebutuhan pelayanan publik, dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan.

Mitigasi Bencana dan Lingkungan Masuk Perhatian

Selain persoalan sosial dan ekonomi, aspek lingkungan juga menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan 2027. Mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan, termasuk dalam mengantisipasi potensi kebakaran.

Upaya tersebut membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah serta keterlibatan masyarakat. Penanganan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan perlu terintegrasi dengan kebijakan pembangunan dan perlindungan keselamatan warga.

Pembangunan berkelanjutan, dengan demikian, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan risiko yang dapat muncul di masa mendatang.
RKPD 2027 Harus Berpijak pada Kebutuhan Masyarakat

Melalui RKPD 2027, Pemkab Bondowoso diharapkan mampu menyelaraskan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah dengan prioritas pembangunan yang telah ditetapkan.

Penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan menjadi agenda yang membutuhkan perencanaan matang, dukungan anggaran yang memadai, serta koordinasi antarpemangku kepentingan.

Tantangannya adalah memastikan arah kebijakan tersebut diterjemahkan menjadi program yang terukur dan tepat sasaran. Dengan pengelolaan anggaran yang cermat, pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan.

Pada akhirnya, keberhasilan RKPD 2027 tidak hanya ditentukan oleh dokumen perencanaan, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan program, ketepatan penggunaan anggaran, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat Bondowoso.

 

ilustrasi-stop-pungli

Pemkab Bondowoso Bidik 94 PPK Bersertifikat hingga 2030, Sekda : Pengadaan Tak Cukup Sekadar Administrasi

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat kompetensi aparatur dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tak sekadar mengejar sertifikat, Pemkab Bondowoso menargetkan pemenuhan 94 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersertifikat kompetensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level 1 Tipe C secara bertahap selama periode 2026–2030.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi PBJP Tingkat Dasar Level 1 hasil kemitraan Pemkab Bondowoso dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Bondowoso, Selasa (27/10/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., yang membuka kegiatan mewakili bupati, menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar urusan administratif. Proses tersebut merupakan instrumen strategis yang menentukan kualitas pelaksanaan pembangunan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Fathur Rozi, anggaran daerah pada akhirnya harus diwujudkan menjadi hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga serah terima hasil pekerjaan, harus dilaksanakan secara cermat dan akuntabel.

“Pengadaan barang dan jasa merupakan instrumen strategis dalam pelaksanaan pembangunan. Penggunaannya harus melalui proses yang tepat dan akuntabel karena seluruh anggaran tersebut ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian penegasan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pejabat Anggaran Diminta Tak Bergantung pada Personel Teknis

Fathur Rozi mengingatkan bahwa pemahaman mengenai regulasi dan mekanisme pengadaan harus dimiliki pejabat yang mempunyai kewenangan dalam pengelolaan anggaran di masing-masing perangkat daerah.

Menurutnya, kompetensi tersebut penting untuk mengantisipasi potensi persoalan sejak tahap perencanaan. Penyusunan kebutuhan, spesifikasi teknis, kerangka acuan kerja, hingga pengelolaan kontrak harus dipahami sesuai tugas dan kewenangan masing-masing pejabat.

Ia juga mengingatkan agar pejabat tidak sepenuhnya menyerahkan pemahaman proses pengadaan kepada personel teknis yang menangani pelaksanaannya.
Sebab, tanggung jawab pengadaan tidak berhenti pada pelaksanaan prosedur. Pemahaman terhadap aturan dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi bagian penting dalam memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

Sekda menekankan agar peserta tidak menjadikan pelatihan sebagai formalitas untuk mendapatkan sertifikat kelulusan. Substansi utama kegiatan tersebut adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan menerapkan aturan pengadaan dalam pekerjaan sehari-hari.

Peserta juga didorong untuk terus memperbarui pengetahuan seiring perkembangan regulasi dan sistem pengadaan pemerintah. Dengan demikian, kompetensi aparatur tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi terus berkembang mengikuti kebutuhan tata kelola pemerintahan.

BPSDM Jatim Siapkan Pendampingan hingga Ujian

1791899701721

Sementara itu, Kepala Bidang pada BPSDM Provinsi Jawa Timur, Amalia Pramudiansari, S.STP., M.M., menyampaikan kesiapan pihaknya mendampingi peserta selama proses pembelajaran hingga pelaksanaan ujian kompetensi.

Pendalaman materi, diskusi, dan pemantapan pembelajaran disiapkan untuk membantu peserta memahami substansi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Amalia berharap peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal dengan aktif berdiskusi, mengikuti seluruh tahapan pembelajaran, dan memahami materi sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.

Diikuti 40 Peserta, Target 94 PPK Dicapai Bertahap

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bondowoso, Puspo Pranoto, S.T., M.Si., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diikuti 40 peserta dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

Peserta terdiri atas 13 pejabat eselon II, 15 camat, empat sekretaris kecamatan dan pejabat kepala bidang, serta delapan kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah.

Menurut Puspo, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman aparatur terhadap tata kelola pengadaan sekaligus memperkuat pelaksanaan peran Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di masing-masing perangkat daerah.

Pemkab Bondowoso menargetkan pemenuhan 94 PPK bersertifikat kompetensi pengadaan Level 1 Tipe C hingga 2030. Pemenuhan target tersebut dilakukan secara bertahap, dengan peserta yang memenuhi persyaratan dan lulus pada tahapan sebelumnya diarahkan mengikuti peningkatan kompetensi serta sertifikasi pada jenjang berikutnya.

Adapun ujian sertifikasi direncanakan berlangsung pada 31 Oktober 2026. Pelaksanaannya mempertimbangkan kesiapan sistem aplikasi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Apabila sistem belum dapat digunakan secara normal, jadwal ujian akan disesuaikan hingga layanan kembali tersedia.

Kompetensi Aparatur Jadi Kunci Akuntabilitas APBD

Penguatan kapasitas aparatur dalam pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu aspek penting dalam tata kelola belanja daerah. Perencanaan yang matang, pemahaman regulasi, serta pelaksanaan sesuai kewenangan diperlukan agar proses pengadaan berjalan tertib dan risiko kesalahan dapat diminimalkan.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Bondowoso berharap aparatur semakin siap menjalankan tanggung jawab pengadaan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, kualitas pengelolaan APBD tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari ketepatan pelaksanaan dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri staf ahli bupati, Asisten III, para kepala perangkat daerah, kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta camat se-Kabupaten Bondowoso.

ilustrasi-stop-pungli

Bakesbangpol Garap 20 Kecamatan di Bondowoso , Radikalisme dan Provokasi Medsos Jadi Topik Hangat

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah maupun aparat keamanan.

Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga lingkungan terkecil di tingkat rukun tetangga (RT), memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan yang aman, rukun, dan kondusif.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan sarasehan wawasan kebangsaan yang digelar di Pendopo Kecamatan Tamanan, Bondowoso, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah unsur, yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kodim 0822 Bondowoso, Polres Bondowoso, Kejaksaan Negeri Bondowoso, serta Pengadilan Negeri Bondowoso dan DPRD Bondowoso.

Kepala Bakesbangpol Bondowoso, Ahmad, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, bela negara, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika kehidupan sosial.

Menurut Ahmad, kerukunan merupakan modal dasar pembangunan daerah. Sebab, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur akan sulit berjalan optimal apabila situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tidak terjaga.

“Persoalan kerukunan, persatuan, dan kesatuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, sampai tingkat RT, memiliki kewajiban untuk menjaga kerukunan,” ujarnya.

Libatkan TNI dan Polri, Masyarakat Diajak Bijak Bermedia Sosial

Dalam sarasehan tersebut, narasumber dari Kodim 0822 Bondowoso menyampaikan materi tentang bela negara. Masyarakat diajak memahami bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas TNI dan aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Polres Bondowoso memberikan pemahaman mengenai peran Polri dalam menjaga persatuan, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menangkal penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Ahmad menekankan pentingnya sikap bijak dalam menggunakan media sosial. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ketika menerima informasi yang belum jelas, perlu dilakukan konfirmasi agar mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut dia, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu kerukunan masyarakat. Karena itu, literasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Cegah Radikalisme, Sasar Pelajar SMP dan SMA

Selain penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme juga menjadi perhatian Bakesbangpol Bondowoso.
Ahmad mengungkapkan, pihaknya berencana memperluas edukasi mengenai bahaya radikalisme kepada kalangan pelajar, baik tingkat sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA).

1791899701721

Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan melibatkan pihak terkait. Salah satu opsi yang disiapkan ialah sosialisasi secara daring melalui Zoom, disertai edukasi di lingkungan sekolah melalui media informasi tertulis.

Langkah itu diharapkan dapat membantu pelajar memahami pengertian radikalisme, mengenali potensi penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila, serta mengetahui langkah yang tepat untuk menyikapinya.

Ahmad menambahkan, Bakesbangpol juga menjalin koordinasi dengan unsur Densus 88 dalam upaya pencegahan radikalisme. Namun, rencana sosialisasi kepada pelajar tersebut masih memerlukan koordinasi dan pelaksanaan lebih lanjut.

Kejaksaan dan Pengadilan Berikan Edukasi Hukum

Sarasehan wawasan kebangsaan ini juga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Bondowoso yang memberikan materi mengenai penegakan hukum dan kesadaran hukum masyarakat.

Dalam pemaparannya, masyarakat diingatkan mengenai pentingnya memahami dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sosialisasi hukum dinilai penting agar warga mengetahui hak, kewajiban, serta konsekuensi hukum dari setiap tindakan.
Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Bondowoso menyampaikan materi mengenai pelayanan hukum bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Ahmad berharap para kepala desa dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut kepada warganya. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan layanan atau konsultasi hukum dapat mengetahui akses pelayanan yang tersedia di Pengadilan Negeri Bondowoso.

Di sisi lain, Ahmad turut menjelaskan tiga fungsi DPRD, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui peran lembaga legislatif dalam tata kelola pemerintahan.

Targetkan 20 Kecamatan

Kegiatan sarasehan wawasan kebangsaan ini direncanakan berlangsung di 20 kecamatan di Kabupaten Bondowoso.
Ahmad berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga sarana memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Peserta kegiatan terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, pesan mengenai persatuan, toleransi, kesadaran hukum, dan pencegahan radikalisme diharapkan dapat diteruskan hingga tingkat desa.

“Kami berharap kegiatan wawasan kebangsaan ini dapat menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan. Kerukunan menjadi modal dasar dalam melaksanakan pembangunan daerah,” pungkas Ahmad.

Dengan rencana pelaksanaan di 20 kecamatan, sarasehan ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat Bondowoso melalui edukasi, komunikasi lintas unsur, serta partisipasi aktif warga dalam menjaga kehidupan bermasyarakat yang aman dan harmonis.

ilustrasi-stop-pungli

Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid Raih Santri of The Year 2026, Diapresiasi atas Kepemimpinan Kabupaten /Kota

1784696982808

BONDOWOSO – Kiprah santri dalam membangun bangsa kembali mendapat pengakuan. Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, meraih penghargaan Santri of The Year 2026 kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tokoh berlatar belakang pesantren dalam kepemimpinan dan pengabdian di lingkungan pemerintahan daerah.

Dalam acara penganugerahan, Bupati Bondowoso diwakili oleh Asisten Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat ,Solikin, S.Pd., S.H., M.Si Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk menerima penghargaan tersebut.

KH Abdul Hamid Wahid merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Penghargaan ini menjadi bagian dari pengakuan terhadap peran alumni pesantren yang berkiprah di ranah pemerintahan dan pembangunan daerah.

Saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026), Bupati Bondowoso menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026.

“Alhamdulillah, saya kembali diberi kepercayaan meraih penghargaan Santri of The Year 2026 untuk kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Apresiasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa

Puncak penganugerahan Santri of The Year 2026 diselenggarakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta. Islam Nusantara Center (INC), bekerja sama dengan Majelis Pesona dan didukung DPR RI, menggelar ajang tersebut untuk mengapresiasi tokoh dan figur inspiratif berlatar belakang santri maupun pesantren.

Penghargaan diberikan kepada sosok yang dinilai menunjukkan kontribusi melalui gagasan, karya, prestasi, serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Menurut Abdul Hamid Wahid, ajang ini tidak sekadar memberikan penghargaan kepada individu, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keteladanan santri kepada masyarakat luas.

1791899701721

Selain itu, penghargaan tersebut diharapkan memperkuat pengakuan terhadap pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Ia mengungkapkan, proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui survei dan penilaian oleh dewan pakar serta dewan juri. Masukan dari berbagai pihak melalui kanal digital INC turut menjadi bagian dari proses tersebut.

Dua Puluh Kategori, Cerminkan Luasnya Kiprah Santri

Santri of The Year 2026 menghadirkan 20 kategori penghargaan yang mencerminkan keberagaman peran santri dan pesantren dalam kehidupan nasional.
Kategori tersebut meliputi bidang seni dan budaya, dakwah, pendidikan, kewirausahaan, kepemimpinan pemerintahan nasional, provinsi, serta kabupaten/kota.

Selain itu, terdapat kategori Santri Legislator Inspiratif, Santri Milenial Inspiratif, Santri Bhayangkara Inspiratif, Santri Nayaka Inspiratif, Santri Penggerak Perempuan Inspiratif, Santri Dhyaksa Inspiratif, dan Santri Diplomat Inspiratif.

Penghargaan juga diberikan kepada pesantren dalam kategori Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Entrepreneur Inspiratif, dan Pesantren Takhasus Inspiratif. Dua kategori lainnya adalah Santri Mengabdi Sepanjang Hayat dan Pahlawan Santri.

Keberagaman kategori tersebut memperlihatkan bahwa kiprah santri tidak terbatas pada pendidikan dan kegiatan keagamaan. Tradisi pesantren juga menjadi ruang pembentukan nilai, karakter, dan tanggung jawab sosial yang dapat diterapkan di berbagai sektor kehidupan.

Di bidang pemerintahan, kehadiran alumni pesantren menjadi bagian dari dinamika pembangunan daerah. Nilai-nilai yang tumbuh dalam lingkungan pesantren diharapkan dapat terus menjadi bekal dalam menjalankan amanah, melayani masyarakat, serta mendorong pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Bagi Bondowoso, penghargaan yang diraih Bupati KH Abdul Hamid Wahid ini menempatkan kiprah alumni pesantren daerah dalam perhatian ajang apresiasi berskala nasional, sekaligus menegaskan luasnya ruang pengabdian santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

ilustrasi-stop-pungli

Ringankan Beban Penyandang Disabilitas, Baznas Bondowoso Salurkan Kursi Roda dan Alat Bantu Dengar

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso menyalurkan bantuan sosial berupa kursi roda, alat bantu dengar, dan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pakem, Senin (26/10/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya Baznas Bondowoso membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik, khususnya penyandang disabilitas yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Di Desa Tarum, Kecamatan Prajekan, Baznas menyerahkan kursi roda kepada Nurhayati, seorang penyandang disabilitas yang tidak memiliki tangan dan kaki. Selain itu, Baznas juga memberikan alat bantu dengar (hearing amplifier) kepada Amriyati, ibu kandung Nurhayati.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga sekaligus mendukung kebutuhan sehari-hari mereka.

Sebelumnya, Baznas Bondowoso juga menyalurkan kursi roda kepada Mistarum, warga Desa Kupang, Kecamatan Pakem. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Baznas turut memberikan tiga paket sembako kepada warga penerima manfaat.

Libatkan Petugas Sosial dan Pemerintah Kecamatan

Penyaluran bantuan di Kecamatan Prajekan didampingi Robi, petugas Dinas Sosial P3AKB, serta Kasi PMD Kesos Kecamatan Prajekan, Siti Isriyah Nurul Aini, S.E., M.M., bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Prajekan, Faruq Zainur Rahman.

1791899701721

Sementara itu, dalam penyaluran bantuan di Kecamatan Pakem, Baznas Bondowoso mendapat pendampingan dan bertemu dengan perwakilan pemerintah kecamatan serta petugas Puskesmas Pakem.

Keterlibatan unsur pemerintah dan petugas sosial tersebut diharapkan dapat mendukung penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Ketua Baznas Bondowoso, KH Ahmadi, menyampaikan apresiasi kepada para aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
“Baznas Bondowoso juga berterima kasih kepada para ASN dan PPPK yang sudah memberikan zakat, infak, dan sedekah,” kata KH Ahmadi.

Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para mustahik dan memberikan manfaat nyata bagi penerimanya.

Penyaluran ini sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dukungan para muzaki menjadi bagian penting agar manfaat dana sosial keagamaan dapat menjangkau warga yang membutuhkan, termasuk penyandang disabilitas.
(Eko)

 

ilustrasi-stop-pungli

Bukan Sekadar Aplikasi! ,Bondowoso Berkah Jadi Etalase Digital Potensi Daerah

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pemerintah Kabupaten Bondowoso meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas promosi potensi daerah.

Platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang pariwisata, budaya, produk unggulan, komoditas, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga potensi desa.

Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid dalam rangkaian kegiatan Bondowoso Fest 2026 Digital Creativity Sport Competition di halaman Citiplaza Bondowoso, Sabtu (24/10/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, mengatakan, kehadiran aplikasi Bondowoso Berkah merupakan upaya mengintegrasikan informasi daerah dalam satu platform digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, aplikasi tersebut diharapkan menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Bondowoso kepada khalayak yang lebih luas.

“ Aplikasi ini hadir untuk mempermudah akses informasi yang terintegrasi mengenai potensi daerah, potensi UMKM, dan khususnya pariwisata. Dengan demikian, produk-produk lokal semakin dikenal luas dan tujuan wisata semakin populer,” ujarnya.

Dwi menambahkan, peluncuran aplikasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

UMKM Punya Etalase Digital, Wisatawan Lebih Mudah Mengenal Bondowoso

Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid menegaskan, Bondowoso Berkah tidak sekadar menjadi aplikasi penyedia informasi, tetapi juga sarana untuk mendekatkan potensi daerah kepada masyarakat dan pasar yang lebih luas.

Melalui platform tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih jauh kekayaan daerahnya sendiri, mulai dari destinasi wisata, kebudayaan, produk unggulan, komoditas, hingga potensi yang dimiliki setiap desa.

Bagi pelaku UMKM, aplikasi ini dapat dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk tanpa harus bergantung sepenuhnya pada promosi konvensional. Sementara itu, bagi wisatawan, platform tersebut diharapkan menjadi sumber informasi untuk merencanakan perjalanan dan menjelajahi berbagai destinasi di Bondowoso.

“Bagi pelaku UMKM, aplikasi ini menjadi etalase gratis untuk memperkenalkan produk ke lebih banyak orang. Bagi wisatawan, aplikasi ini menjadi teman perjalanan untuk menjelajahi Bondowoso,” kata Abdul Hamid Wahid.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi tersebut, baik melalui situs web maupun aplikasi Android.

Namun, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah platform digital tidak berhenti pada seremoni peluncuran. Keberlanjutan layanan, menurutnya, bergantung pada konsistensi pembaruan informasi dan keterlibatan seluruh perangkat daerah.

1791899701721

“Meluncurkan aplikasi itu mudah. Yang lebih berat adalah merawatnya. Data harus selalu diperbarui, dan perangkat daerah harus bekerja sama,” tegasnya.

Ia meminta Diskominfo mengawal pengelolaan aplikasi secara konsisten serta mendorong seluruh perangkat daerah berperan aktif menyajikan data yang benar dan mutakhir.

103 Karya Video AI dan 128 Peserta PES Meriahkan Bondowoso Fest
Selain peluncuran aplikasi, Bondowoso Fest 2026 Digital Creativity Sport Competition juga menghadirkan lomba kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan kompetisi gim sepak bola Pro Evolution Soccer (PES).

Bupati mengungkapkan, kompetisi tersebut diikuti 103 karya video berbasis AI dan 128 peserta PES. Partisipasi tersebut menjadi salah satu indikasi besarnya minat generasi muda Bondowoso terhadap kreativitas digital dan perkembangan teknologi.

Dwi Wahyudi menegaskan, penyelenggaraan kompetisi itu tidak hanya bertujuan memeriahkan acara, tetapi juga mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Menurutnya, AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk meningkatkan efisiensi kerja, mengembangkan ide, dan memperluas ruang kreativitas.

Pandangan senada disampaikan Bupati. Ia mengajak para peserta memanfaatkan AI sebagai sarana untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan bernilai.

Tantangan Berikutnya: Konsistensi dan Manfaat Nyata

Peluncuran Bondowoso Berkah menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem informasi daerah yang lebih terintegrasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan aplikasi tersebut benar-benar digunakan, memiliki informasi yang akurat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jika dikelola secara berkelanjutan, platform ini berpeluang memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM, memperkenalkan destinasi wisata, dan memperkuat promosi potensi desa.

Karena itu, keterlibatan perangkat daerah, pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi faktor penting agar aplikasi tidak sekadar menjadi produk inovasi digital, tetapi juga berkembang sebagai sarana pendukung aktivitas ekonomi dan promosi daerah.

Bupati Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi meluncurkan aplikasi Bondowoso Berkah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap inovasi ini mampu mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperluas pengenalan potensi Bondowoso kepada masyarakat luas.

 

ilustrasi-stop-pungli

Polres Bondowoso Gaspol Operasi Sikat, 10 Perkara Pidana Terungkap dalam 12 Hari

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Polres Bondowoso mengungkap 10 perkara pidana dalam pelaksanaan Operasi Sikat yang berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026.

Dari total perkara tersebut, delapan merupakan kasus pencurian dan dua lainnya berkaitan dengan tindak kekerasan terhadap orang.

Pengungkapan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Jumat (23/10/2026). Kapolres Bondowoso melalui Kasat Reskrim IPTU Wawan Triono, S.H., M.H., memaparkan sejumlah kasus yang berhasil ditangani jajaran kepolisian selama operasi berlangsung.

Kasus yang diungkap mencakup pencurian truk, pembobolan gudang dan rumah, pencurian sepeda motor, pencurian tabung elpiji, pencurian dengan kekerasan, hingga pencurian kotak amal masjid. Polisi juga mengungkap perkara pengeroyokan dan penganiayaan.

Pencurian Menyasar Kendaraan hingga Rumah

Salah satu perkara yang ditangani adalah dugaan pencurian dengan pemberatan satu unit truk Mitsubishi Colt tahun 1981. Kendaraan tersebut dilaporkan dicuri saat terparkir di depan toko dengan kunci yang masih melekat.

Dalam perkara ini, polisi menyebut Muhammad Fauzi alias Fauzi bin Hendri Haryadi sebagai tersangka.
Polisi juga mengungkap dugaan pembobolan gudang penggilingan padi di Kecamatan Tlogosari.

Tersangka, Andi Trudianto alias Andik, diduga merusak gembok menggunakan obeng untuk masuk ke gudang.
Dalam kasus lainnya, dua orang, yakni Subaili alias Pak Irawan dan S, disebut terlibat dalam dugaan pencurian di sebuah rumah.

Modus yang diungkap polisi adalah mencabut paku penutup jendela sebelum mencongkel bagian tersebut untuk masuk.
Kasus pencurian sepeda motor juga masuk dalam daftar pengungkapan. Ulil Angga, warga Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga berperan menunggu di luar rumah, sementara rekannya masuk tanpa izin untuk mengambil sepeda motor.

Tujuh Tabung Elpiji dan Kotak Amal Masjid

1791899701721

Perkara berikutnya berkaitan dengan dugaan pencurian tabung elpiji. Polisi mengamankan tujuh tabung gas berwarna hijau sebagai barang bukti dari perkara yang melibatkan tersangka berinisial MPF.
Polisi turut menangani kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang melibatkan tersangka berinisial NH, warga Kecamatan Curahdami. Dalam perkara tersebut, sejumlah telepon seluler beserta kotak kemasannya dan sebuah tas berwarna cokelat tercatat sebagai barang bukti.

Sementara itu, dugaan pencurian kotak amal masjid disebut terjadi berulang kali dalam kurun Juli hingga Oktober 2026. Tersangka berinisial MIS diduga mencongkel kotak amal. Polisi menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut, termasuk alat cungkil dan rekaman CCTV.

Polisi Ungkap Kasus Sajam

Pengeroyokan, dan Penganiayaan
Selain perkara pencurian, polisi mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan senjata tajam yang melibatkan seorang tersangka berinisial A, warga Kabupaten Lumajang. Berdasarkan paparan polisi, tersangka diduga berlari ke arah pelapor sambil mengacungkan celurit.

Barang bukti yang diamankan berupa sebilah celurit beserta sarungnya.
Dalam perkara dugaan pengeroyokan, polisi menetapkan empat tersangka berinisial RW, AY, SA, dan S, yang disebut berasal dari wilayah Sumber Wringin. Korban dalam perkara ini bernama Hadi Susanto. Barang bukti yang dicatat antara lain rekaman CCTV, batang besi, pedang, dan botol berisi cabai.

Adapun kasus penganiayaan lainnya melibatkan tersangka berinisial MID. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Tersangka diduga mencekik leher korban sebelum membantingnya.

Penanganan Perkara Berlanjut

Pengungkapan sepuluh perkara tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Bondowoso dalam menangani tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk mendukung proses penyidikan.

Meski demikian, setiap dugaan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui proses hukum. Status tersangka tidak dengan sendirinya membuktikan seseorang bersalah; penentuan kesalahan menjadi kewenangan pengadilan melalui proses peradilan yang berlaku.

ilustrasi-stop-pungli
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih